Kenali Kudis (Skabies): Penyakit Kulit karena Gangguan Tungau. Begini Cara Menyembuhkannya!

KENALI KUDIS (SKABIES): PENYAKIT KULIT KARENA GANGGUAN TUNGAU. BEGINI CARA MENYEMBUHKANNYA!


By ADMIN Diploma 3 Farmasi

Kamis, 17 September 2026

Share :

Apa itu Penyakit Kudis?

Kudis atau skabies adalah kondisi adanya gangguan pada area kulit yang berasal dari tungau sarcoptes scabiei. Tungau ini berkembang biak di dalam lapisan kulit manusia dan hewan mamalia.

Selanjutnya, tungau membuat lubang untuk sarang yang bentuknya seperti terowongan pada kulit lalu bertelur. Itulah alasan munculnya ruam kemerahan dan gatal pada kulit ketika seseorang mengalami kudis.

Kudis merupakan salah satu kondisi kulit paling umum yang menyumbang sebagian besar penyakit kulit di negara-negara berkembang.

Secara global, kudis diperkirakan mempengaruhi lebih dari 200 juta orang setiap saat dan lebih dari 400 juta orang secara kumulatif setiap tahun. Berdasarkan data WHO, kasus kudis paling banyak terjadi di negara tropis.

Penyebab Kudis

Sebagian besar orang dapat terinfeksi 10 sampai 15 tungau sarcoptes scabiei. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dalam jangka panjang dengan orang yang mengalami skabies. Selain itu, infeksi juga bisa melalui kontak dengan pakaian, seprai, dan handuk yang terdapat tungau skabies. 

Ketika terinfeksi, tungau menggali ke dalam lapisan atas kulit untuk mencari tempat bagi tungau betina bertelur. Telur akan menetas dalam 3-4 hari dan berkembang menjadi tungau dewasa dalam 1-2 minggu.

Faktor Risiko Kudis

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kudis atau skabies:

  • Anak-anak, terutama dalam jumlah banyak dan tinggal bersama di suatu tempat
  • Keluarga dengan status ekonomi menengah ke bawah
  • Tinggal di lingkungan rumah yang kurang bersih
  • Sering berbagi handuk dan pakaian
  • Jarang mandi

Gejala Kudis 

Setelah kulit terinfeksi kudis atau skabies, reaksi pertama pada kulit, akan muncul dalam 4-6 minggu. Keluhan yang paling sering muncul yaitu:

  • Rasa sangat gatal, terutama pada malam hari
  • Muncul ruam dan bintik-bintik
  • Muncul koreng
  • Lecet karena digaruk

Tungau kudis bisa hidup di seluruh tubuh, tetapi bagian yang paling sering terinfeksi adalah sebagai berikut:

  • Sela-sela jari
  • Lipatan pergelangan tangan, siku, atau lutut
  • Sekitar pusar
  • Payudara dan daerah sekitar kemaluan
  • Pada anak-anak kecil, di daerah kepala, leher, wajah, telapak tangan, dan kaki

Diagnosis Kudis 

Penyakit kudis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, untuk melihat adanya ruam, bintik-bintik yang terasa gatal, dan terbentuknya garis-garis pada kulit yang merupakan ciri khas keberadaan tungau.

Diagnosis skabies dapat dikonfirmasi melalui pengambilan sampel, dengan cara mengikis area kulit yang bermasalah. Pemeriksaan mikroskop akan mengidentifikasikan keberadaan tungau, larva, dan kotoran tungau.

Cara Menghilangkan Kudis 

1. Menggunakan Bahan Herbal

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kudis, seperti dengan bahan-bahan alami berikut ini:

  • Minyak pohon teh, dapat menyembuhkan ruam kulit dan membantu menghentikan rasa gatal. Caranya, dengan menyemprotkan minyak pohon teh ke atas sprei.
  • Gel lidah buaya dioleskan ke area yang ruam
  • Daun neem atau mimba yang dapat membantu meredakan peradangan dan rasa sakit karena memiliki sifat antibakteri.

2. Menggunakan Losion

Apabila dengan menggunakan bahan di atas tidak berhasil, maka kudis atau skabies dapat disembuhkan dengan cara menggunakan obat krim atau losion yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit. 

Untuk menggunakannya, aplikasikanlah obat krim atau losion ke seluruh permukaan kulit. Lalu biarkan selama 8-10 jam. 

Beberapa krim atau losion perlu diaplikasikan sebanyak dua kali. Jika masih muncul ruam dan luka baru pada kulit, pengobatan harus diulang kembali. 

Kudis termasuk gangguan kulit yang mudah menyebar ke orang lain. Untuk itu, pengobatan kudis sebaiknya diberikan untuk seluruh anggota keluarga yang serumah, terutama orang yang sering berinteraksi langsung. 

Pengobatan ini dilakukan tanpa memandang ada atau tidaknya gejala kudis, karena tujuannya untuk mencegah paparan yang berulang. Meskipun obat-obatan dapat membunuh tungau secara cepat, biasanya rasa gatal dapat tetap terasa setelah beberapa minggu. 

Perbedaan Kudis Kurap

Masih banyak orang yang berpikir bahwa kudis dan kurap merupakan kondisi gangguan kulit yang sama. Hal ini dikarenakan keduanya sama-sama menyebabkan rasa gatal di kulit dan menimbulkan ruam kemerahan.

Namun, terdapat perbedaan di antara keduanya. Berikut adalah perbedaan kurap dan kudis.

1. Perbedaan Penyebab

Kudis disebabkan oleh infeksi tungau. Sementara, kurap disebabkan oleh infeksi jamur Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton.

2. Bentuk Ruam

Ruam pada kurap akan terbentuk berupa lingkaran seperti cincin. Sementara, ruam pada kudis, akan menyebar ke beberapa titik di kulit.

Cara Mencegah Kudis 

Berikut beberapa cara untuk mencegah kudis di antaranya:

  • Menghindari kontak langsung (kulit ke kulit) dengan orang yang terkena kudis dan juga jangan gunakan benda-benda yang digunakan orang yang terkena kudis seperti pakaian atau sprainya.
  • Tungau kudis umumnya tidak dapat bertahan hidup lebih dari 2-3 hari jika tidak menempel di kulit manusia. Untuk itu, apabila ada barang-barang yang pernah digunakan oleh orang yang terkena kudis sebaiknya segera dicuci dengan air panas dan dijemur.
  • Ruangan yang digunakan oleh orang yang terkena skabies sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh dan divakum.

    Source : https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kudis-atau-skabies

File Pendukung

#ILMU #NEWS #TERBARU

KOMENTAR

No HP dan E-mail tidak kami publish.

Berita Terbaru

Siapa tidak tahu Paracetamol?
Siapa tidak tahu Paracetamol?
Paracetamol Obat Apa?Paracetamol atau asetaminofen merupakan obat yang umum digunakan s...
Kenali Kudis (Skabies): Penyakit Kulit karena Gangguan Tungau. Begini Cara Menyembuhkannya!
Kenali Kudis (Skabies): Penyakit ...
Apa itu Penyakit Kudis?Kudis atau skabies adalah kondisi adanya gangguan pada area kuli...
Seminar CARE 5.0 : Communication, Adaptability, Resilience, and Excellence in Pharmacy dengan PT. Kimia Farmasi Apotek
Seminar CARE 5.0 : Communication,...
Seminar Pharmalecture kembali diselenggarakan dengan tema CARE 5.0 : Communication, Ada...
138 Tenaga Vokasi Farmasi Universitas Harkat Negeri Resmi Disumpah, Siap Mengabdi dengan Profesional dan Berintegritas
138 Tenaga Vokasi Farmasi Univers...
Program Studi D3 Farmasi Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri menggelar prosesi Sum...
Perdana! 838 Mahasiswa Universitas Harkat Negeri Diwisuda
Perdana! 838 Mahasiswa Universita...
Sebanyak 838 mahasiswa Universitas Harkat Negeri mengikuti persiapan prosesi wisuda di ...