TAHUKAH ANDA APA ITU SIMPLISIA?
By ADMIN Diploma 3 Farmasi
Senin, 28 September 2026
Simplisia merupakan bahan alam yang digunakan sebagai bahan obat tradisional yang merupakan bahan yang belum mengalami pengolahan apapun juga, masih berupa bahan alami yang dikeringkan (Depkes RI, 1977). Bahan obat tradisioal yang berkualitas harus memenuhi standar simplisia yang aman dan bermutu serta dapat dipertanggung jawabkan (Herawati et al., 2012). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas simplisia adalah proses pengeringan simplisia, karena dapat mempengaruhi mutu kandungan senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan. Pengeringan ini juga akan sangat mempengaruhi kadar air pada simplisia. Jika kadar air tidak sesuai dengan persyaratan simplisia maka pada waktu penyimpanan simplisia akan rentan ditumbuhi oleh bakteri dan jamur. Dengan demikian metode pengeringan sangat penting untuk menghasilkan mutu simplisia yang tahan disimpan lama dan tidak terjadi perubahan bahan aktif yang dikandungnya (Wahyuni & Syamsudin, 2014).
Jenis-Jenis Simplisia
Berdasarkan asal sumbernya, simplisia dibagi menjadi tiga golongan utama:
- Simplisia Nabati: Berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan (seperti daun, akar, batang, atau bunga), atau eksudat (isi sel yang keluar) tumbuhan.
- Simplisia Hewani: Berupa hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat yang berguna dari hewan yang belum murni.
- Simplisia Mineral (Pelikan): Berupa bahan mineral atau pelikan yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana.
Tahapan Pembuatan Simplisia Kering
Untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan, pembuatan simplisia melalui beberapa tahapan penting:
- Pengumpulan/Pemanenan: Memilih bagian tanaman atau bahan pada umur dan waktu panen yang tepat.
- Sortasi Basah: Memisahkan kotoran, tanah, atau bagian tanaman lain yang rusak dan tidak diinginkan.
- Pencucian: Membersihkan sisa kotoran menggunakan air bersih yang mengalir.
- Perajangan: Memotong bahan menjadi lebih tipis atau kecil agar proses pengeringan lebih cepat.
- Pengeringan: Mengurangi kadar air (biasanya dengan suhu di bawah 60°C atau penjemuran yang terlindung) agar tidak mudah berjamur.
- Sortasi Kering: Memisahkan benda asing atau bagian yang gosong/rusak setelah pengeringan.
- Pengemasan dan Penyimpanan: Menyimpan dalam wadah yang rapat dan aman dari kelembapan serta cahaya matahari langsung.
Tahapan penyiapan (pasca-panen) simplisia sangat krusial untuk memastikan kebersihan, mencegah pembusukan, dan menjaga agar kadar zat aktif di dalamnya tetap tinggi. Secara umum, alur penyiapan simplisia mengikuti standar operasional prosedur (SOP) farmasi: dari pemanenan hingga pengemasan.
Berikut adalah langkah demi langkah cara penyiapan berdasarkan berbagai jenis simplisia:
1. Rimpang (Rhizoma) & Akar (Radix)
- Sortasi Basah: Pisahkan akar atau rimpang dari tanah, kerikil, serta bagian tanaman lain yang mati atau busuk.
- Pencucian: Cuci bersih di bawah air mengalir. Gunakan sikat halus untuk membersihkan sela-sela rimpang dari sisa tanah yang menempel.
- Pengupasan (Opsional): Kupas kulit tipis bagian luar jika diperlukan (misalnya pada beberapa jenis akar), namun untuk rimpang seperti jahe atau kunyit, cukup dibersihkan tanpa dikupas habis agar zat aktif di bawah kulit tidak hilang.
- Perajangan: Iris melintang atau membujur dengan ketebalan 2–3 mm menggunakan pisau berbahan stainless steel (hindari pisau besi agar tidak terjadi reaksi oksidasi/kehitaman).
- Pengeringan: Keringkan segera setelah dirajang untuk mencegah fermentasi.
2. Daun (Folium) & Herba (Seluruh Bagian Di Atas Tanah)
- Sortasi Basah: Buang daun yang menguning, berlubang karena ulat, terkena jamur, atau tercampur rumput liar.
- Pencucian: Cuci cepat dalam air mengalir. Jangan merendam daun terlalu lama karena zat aktif yang larut air bisa ikut terbuang.
- Penirisan: Hamparkan daun di atas rak peniris hingga air permukaan benar-benar menguap sebelum masuk tahap pengeringan.
- Perajangan (Jika Perlu): Untuk daun berukuran besar (seperti daun pepaya atau jati belanda), potong kasar menjadi ukuran yang lebih kecil. Untuk daun kecil atau yang kaya minyak atsiri (seperti mint atau kemangi), biarkan utuh agar minyaknya tidak menguap.
3. Bunga (Flos)
- Sortasi Basah: Pisahkan bunga dari tangkai, daun kelopak yang tidak diperlukan, serangga, atau debu. Pilih bunga yang segar dan tidak layu.
- Pencucian Minimal: Jika bunga dipetik dari tempat yang bersih, sebaiknya tidak dicuci karena kelopak bunga sangat rapuh dan mudah lebam. Jika terpaksa dicuci, lakukan dengan semprotan air halus secara singkat, lalu tiriskan segera menggunakan tisu atau kain bersih.
- Penyusunan: Tata bunga satu per satu (tidak boleh ditumpuk) di atas wadah pengering agar sirkulasi udara lancar.
4. Buah (Fructus) & Biji (Semen)
- Sortasi Basah: Pisahkan buah yang busuk, mentah, atau cacat. Untuk biji, pisahkan dari cangkang atau daging buahnya jika diperlukan.
- Pencucian: Cuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran atau getah yang menempel pada kulit buah.
- Pengecilan Ukuran / Pelubangan:
- Buah besar (seperti mengkudu): Iris tipis-tipis menjadi bentuk keripik.
- Buah berlendir (seperti asam jawa): Buang bijinya, ambil daging buahnya saja.
- Buah utuh kecil (seperti kapulaga): Biarkan utuh atau tusuk sedikit permukaannya agar air di dalam bisa keluar saat dikeringkan.
- Biji: Kupas kulit biji jika strukturnya terlalu keras, atau langsung keringkan jika bijinya berukuran kecil (seperti ketumbar).
5. Kulit Batang (Cortex) & Kayu (Lignum)
- Sortasi Basah: Bersihkan dari lumut, kerak, atau bagian luar pohon yang mati dan mengelupas.
- Pencucian & Pembersihan: Cuci bersih sambil disikat untuk menghilangkan kotoran yang menyelinap di sela-sela serat kulit kayu.
- Pengecilan Ukuran:
- Kulit Batang: Serut tipis-tipis atau potong dengan ukuran kecil (sekitar 2–5 cm).
- Kayu: Serut atau potong menjadi bentuk pasak/baji kecil agar proses penguapan air dari serat kayu yang padat bisa berjalan optimal.
#Tahap Akhir Setelah Pengeringan (Berlaku untuk Semua Jenis)
Setelah proses pengeringan selesai sesuai waktu dan suhu idealnya, lakukan dua tahap penting ini sebelum disimpan:
- Sortasi Kering: Pisahkan simplisia yang gosong, terlalu gosong, atau yang belum kering sempurna (masih lentur). Buang juga debu atau kotoran yang mungkin masuk selama pengeringan.
- Pengemasan: Masukkan segera ke dalam wadah bersih, kedap udara (seperti stoples kaca atau plastik tebal), dan beri label berisi nama simplisia serta tanggal pembuatan.
File Pendukung